Mengenal 2 Jenis SSD yang Beredar di Pasaran – SATA dan PCIe

SSD (Solid State Drive)

Kalian pasti pernah mendengarnya, media penyimpanan baik untuk laptop maupun komputer yang lagi booming beberapa tahun belakangan ini, beberapa dari kalian mungkin sudah ada yang pakai, atau mungkin ingin membelinya. Jika kalian melihat harganya ada yang harganya sangat mahal, dan juga ada yang tidak terlalu mahal padahal ukuran kedua SSD itu sama (misal 256GB). Kenapa demikian? Bukannya mereka hanya sebatas media penyimpanan semacam Hard Disk, yang lebih cepat? Nah untuk menjawab itu akan kita bahas kenapa harganya bisa jauh beda padahal ukuran penyimpanannya sama.

2 Jenis SSD

Ya ada 2 jenis tipe SSD yang beredar saat ini dan mereka dibedakan menurut interface-nya / jalur mereka mengakses data. Jika kalian melihat di toko online SSD merk (cth: Samsung) maka kalian akan mendapat banyak pilihan dengan berbagai macam harga yang berbeda-beda, ada yang beda sedikit ada yang beda jauh sekali padahal ukurannya sama-sama 256GB.

Pada SSD terdapat 2 jenis interface yaitu SATA dan PCIe. Apa bedanya ? Yuk kita bahas!

 

SSD SATA

SSD SATA

SSD dengan interface SATA (Serial РATA) merupakan jenis SSD yang paling murah dan paling banyak peminatnya. Karna dengan harga yang cukup murah tersebut kalian bisa mendapatkan kecepatan 300-500% (sekitar 500MB/s untuk Sequential read dan 160MB/s untuk Sequential write) dibandingkan dengan HDD biasa. Selain itu konektor penghubungnya dengan motherboard-pun sama dengan Hard Disk biasa yaitu konektor SATA. Dan semua motherboard dapat menggunakan SSD jenis ini, selama masih ada slot SATA yang bisa digunakan, selain menggunakan slot SATA ada juga SSD yang menggunakan konektor M.2 yang tentunya menggunakan jalur SATA.

 

(Baca juga : Apa Perbedaan HDD dengan SSD? Mana Yang Lebih Baik?)

 

SSD PCIe

SSD PCle

Nah selanjutnya adalah SSD dengan interface PCIe atau biasa juga disebut dengan storage NVME (Non – Volatile Memory Express). SSD ini merupakan SSD yang biasa diperuntukan untuk orang yang memang ingin serba cepat dan cukup diminati dipasar Med-End keatas. Kecepatan SSD jenis ini tidak tanggung-tanggung bisa sampai 3.500MB/s untuk Sequential Read dan 2.100MB/s untuk Sequential Write, Bandingkan dengan HDD konvensional yang biasa kita pakai hanya 60 – 160MB/s. Tapi untuk menebusnya kalian harus menyiapkan uang yang cukup, karna harganya mahal. Tidak hanya itu walaupun kalian dapat membelinya, tidak semua motherboard dapat menggunakannya dengan mudah.

SSD jenis ini biasanya menggunakan konektor M.2 dan konektor tersebut harus memiliki jalur PCIe, karna ada beberapa motherboard yang menyediakan konektor tersebut tetapi hanya menggunakan jalur SATA. Selain konektor M.2 ada juga opsi lain yaitu dengan menggunakan PCIe Line yang biasa kalian gunakan untuk menancapkan Graphics Card ataupun Audio Card. Sayangnya SSD yang menggunakan konektor ini semakin sedikit karna konektor M.2 jauh lebih populer untuk SSD. Tapi jangan menyerah dulu karna ada adapter-nya, jadi kita dapat menggunakan PCIe jenis M.2 dan memasangnya di tempat biasa kita memasang Graphics Card.

 

(Baca juga : Mengenal Istilah SLC, MLC, TLC pada SSD)

 

Kesimpulan

Dengan adanya 2 jenis interface tersebut terjawab sudah mengapa ada SSD yang harganya sangat mahal dan ada juga yang tidak begitu mahal padahal mereka memiliki ukuran penyimpanan yang sama. Selain itu jika kalian ingin memakai SSD ada baiknya mengecek ketersediaan slot di motherboard kalian, jangan sampai kalian sudah membeli SSD PCIe tetapi ternyata tidak terdapat slot M.2 yang menggunakan jalur PCIe tersebut dan terpaksa kalian membeli adapter agar dapat menggunakannya di komputer kalian.

Sekian artikel singkat ini, jangan lupa untuk share jika menurut kalian artikel ini berguna.

Dan selalu tunggu artikel-artikel berikutnya dari Getective.

Terima Kasih.

Recent Posts

Recent Comments

Jemmy Wu Written by:

A person who love techs and computers

One Comment

Yuk Comment :D

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.