Apa itu HEVC dan Apa Dampaknya Bagi Kita?

HEVC

Mungkin kalian sudah pernah dengar H.265 atau nama lengkap-nya High Efficient Video Coding (HEVC), tertuama bagi kalian yang bergerak dibidang editing video, atau mungkin jika kalian sering men-download film kalian pernah bertemu dengan “H.265”. Tapi apa sih itu HEVC ini?

HEVC merupakan suksesor dari Advanced Video Coding (AVC) atau biasa disebut dengan H.264, yang merupakan standar pengkompresian Blu-Ray.

Inti dari HEVC sendiri adalah menawarkan kualitas gambar yang sama dengan AVC, tetapi dengan lebih sedikit data yang akan dihasilkan olehnya.

Tapi apakah HEVC ini efektif? Sebelum masuk kesitu yuk kita cari tau dulu apa itu “Compression / Kompresi” pada Video.

 

Compression / Kompresi

Untuk Video terutama kelas perfilm-an dimana kamera yang digunakan adalah kamera yang professional, tentu akan menghasilkan data yang sangat besar, dan tidak mungkin kita bisa menampung dan me-manage semua data tersebut. Ada banyak cara yang bisa mengatasi hal ini, tetapi yang paling mudah adalah dengan mengurangi kualitas videonya.

Jika kita melihat rata-rata video yang terdapat pada Youtube apakah menurut kalian bagus? Mungkin kalian akan berpikir video nya ‘oke-oke aja’ atau ‘ga bagus-bagus amat’ tetapi sebenarnya video di Youtube telah mengalami kompresi baik sebelum atau saat di-upload.

Dari contoh Youtube tersebut kita sudah bisa melihat bahwa sebenarnya kualitas video dikurangi untuk meminimalisir ukuran file. Jika kompresi terlalu berlebihan kualitas dari video akan buruk dan akan muncul berbagai macam artifak pada video tersebut.

contoh macroblocking

Dan tentu saja kita tidak ingin hal itu terjadi hanya karena ingin mengurangi ukuran file.

 

Jadi untuk mendapatkan pengkompresian yang lebih baik, ada cara yang lebih ‘pintar’. Jadi dengan menggunakan data original dari video, dan menemukan cara lebih baik untuk menghasilkan data yang lebih sedikit, tanpa mengorbankan kualitas. Setiap tahunnya peralatan pemrosesan terus berkembang seperti processor. Dan dengan adanya peningkatan tersebut dapat menghasilkan algoritma kompresi processor yang lebih intensive dan dapat meningkatkan pengkompresian data tanpa membuat gambar lebih buruk.

 

Baca Juga : Apa Itu HDCP (High-Bandwidth Digital Content Protection)?

 

Memasuki Era H.265 / HEVC

Kita sekarang sudah tau pentingnya ukuran video dan kompresi, lalu apa sih keuntungan dari HEVC sendiri?

Diantara kita pasti ada saja yang ingin menonton dengan kualitas gambar super bagus atau bahkan dengan kualitas 4K yang akan ditonton pada TV.

TV 4K modern saat ini untuk menampilkan Video 4K wajib menggunakan Video H.265 dikarenakan dengan menggunakan data lebih sedikit secara keseluruhan tidak mengorbankan kualitas. Hasilnya pun Kualitas tetap sama tetapi memiliki ukuran lebih kecil dan menghemat tempat penyimpanan serta bandwitdh yang diperlukan untuk memutar-nya.

Jadi kelebihan dari HEVC sendiri memang sepertinya sepele hanya :

  • Memiliki Ukuran file yang lebih kecil.
  • Tidak mengorbankan kualitas gambar.

Tetapi dampaknya cukup besar terutama jika digunakan untuk streaming video, dimana video yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus tetapi data yang digunakan untuk menontonnya lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan H.264.

Selain itu jika kita merupakan pelanggan Video On Demand seperti (iflix, Netflix, Amazon Prime, dll). Khususnya untuk pengguna Netflix di komputer yang ingin menonton “content” 4K, selain kita wajib memiliki internet cepat dan layar 4K, kita juga wajib menggunakan Processor yang mendukung Decoding HEVC ini yaitu untuk Processor Intel minimum generasi Intel Kaby Lake (7th gen) atau lebih baru, Atau jika tidak memiliki processor tersebut kalian juga bisa menggunakan Graphic Card Nvidia GTX 10-series, dimulai dari GTX 1050 dan keatasnya.

Untuk TV, kabar baiknya kalian tidak perlu memikirkan hal tersebut. Karna TV kalian jika 4K yang cukup modern 2016 keatas, dijamin bisa digunakan menonton 4K tersebut.

 

Baca Juga : 7 Hal yang Berbeda di Setiap Generasi Processor Intel

 

Seberapa Besar Ukuran HEVC dibandingkan AVC?

Mungkin dari tadi kami bilang HEVC memiliki ukuran file yang lebih kecil dan kualitas gambar yang sama berkali-kali. Tetapi seberapa kecil sih dibandingkan dengan AVC (H.264)?

 

Jadi dengan Menggunakan HEVC data dapat dikompress hingga 50% dibandingkan dengan H.264. Tentu saja hasil ini bervariasi tergantung dari video dan resolusi. Tetapi dapat disimpulkan menggunakan HEVC cukup signifikan untuk mengecilkan ukuran data dan memper sedikit bandwidth yang diperlukan untuk melakukan streaming dari dan ke internet.

 

 

Jadi itulah akhir dari artikel ini.

Terima Kasih telah membaca, Jangan lupa Share jika menurut kalian artikel ini berguna 😀

Dan tentunya nantikan terus artikel – artikel dari Getective yang berikutnya!!!

 

Recent Posts

Recent Comments

Jemmy Wu Written by:

A person who love techs and computers

3 Comments

  1. nino
    March 6, 2020
    Reply

    Tapi saya lihat banyak encoder video di situs2 download film, justru video/film h265 mereka memiliki size lbh besar di banding yg h264 dgn resolusi yg sama, apa msh pantas video/film h265 tsb disebut HEVC?

    • Jemmy Wu
      March 6, 2020
      Reply

      Banyak faktor yang mempengaruhi ukuran dari video tersebut sendiri. Mulai dari apakah sumber tersebut sama atau tidak jika dibandingkan dengan h264, hingga pengaturan yang digunakan ketika merender video tersebut. Karna h265 jauh lebih kompleks dibandingkan h264 maka waktu yang diperlukan juga lebih lama. Jika tidak ingin mengorbankan waktu mereka dapat merubah setting pada saat merender tetapi dengan kelemahan menghasilkan ukuran file yang lebih besar hingga kualitas yang dikurangi.
      Secara teori h265 dengan settingan yang sama akan menghasilkan file yang lebih kecil dibandingkan dengan h264 tentu saja waktu pemrosesan yang dibutuhkan juga lebih lama karna h265 jauh lebih kompleks.

  2. denino
    March 8, 2020
    Reply

    Benar sekali. Saya pernah coba convert video h264 ke h265 dan memang utk menghasilkan size lbh kecil
    dgn kualitas s/d yg asli membutuhkan waktu sangat lama, 3-4 jam, sampai saya kapok nyoba lagi.
    Makasih penjelasannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *