Apa itu USB Power Delivery?

Dengan banyaknya istilah fast charging, ada Quick Charge milik Qualcomm, Dash Charge milik OnePlus, dll. Kemudian, muncul lagi istilah USB Power Delivery. Namun, mengapa USB Power Delivery penting dan apa bedanya dengan teknologi Fast Charging lainnya? Yuk simak.

Dulu, output yang dapat dikeluarkan oleh port USB tidak seribet sekarang, kebanyakan hanya bisa mengeluarkan 5V dan 0,5A, yang berarti 2,5W. Dengan pesatnya peningkatan terhadap teknologi USB, sekarang USB Power Delivery, yang sepanjang artikel ini akan saya singkat sebagai USB PD, mampu memberikan output sebesar 100W.

 

(Baca juga: Apa Sih Perbedaan 3,5mm Audio Jack dengan USB Type-C ?)

 

Sebelum itu, untuk memberikan sedikit konteks, ketika membahas energi listrik, yang kita bicarakan adalah satuan Watt. Watt dapat dihasilkan dengan rumus berikut:

WATTS = AMPS X VOLTS

Jadi, dengan teknologi USB PD, terdapat sistem yang mampu memberikan output sampai 100W melalui USB port. Tapi, mari kita lihat terlebih dahulu seberapa besar output yang mampu dikeluarkan oleh teknologi-teknologi USB yang sudah ada selama ini.

USB Power Delivery

Nah disini yang dapat dilihat secara kasat mata perbedaan USB PD dari semuanya adalah USB PD adalah sistem satu-satunya yang membedakan level voltase-nya, sedangkan yang lainnya bertahan di 5V. Membahas sedikit tentang USB BC, hal tersebut tidak dapat dipakai untuk memindai data dan hanya dapat dipakai sebagai charger dan ketika perangkat Anda mendukung sistem USB BC, maka charger tersebut akan memberikan tenaga sebesar 7,5W.USB 2.0 mampu memberikan tenaga sebesar 2,5W(5V x 500mA) dan ketika USB 3.0/3.1 keluar, voltase nya tetap, tapi arus dayanya bertambah menjadi 900mA sehingga mampu mengeluarkan tenaga sebesar 4,5W. Nah, di baris ketiga terdapat standard lagi bernama USB Battery Charge yang mampu mengeluarkan tenaga sebesar 7,5W. Kemudian yang ke-4, jika Anda memiliki port USB Type-C, hanya dengan terhubung melalui port tersebut, Anda mendapatkan tenaga sebesar 15W. Tapi jika Anda terhubung dengan sistem USB PD, Anda bisa mendapatkan tenaga sebesar 100W.

 

(Baca juga: Penjelasan Singkat USB 3.1 Gen 1 dan Gen 2)

 

Perbedaannya USB PD dengan USB Type-C juga adalah USB PD hanya dapat digunakan dengan kedua port-nya adalah USB Type-C, jika kabel Anda memiliki 1 ujung Type-A dan Type-C di ujung satunya, maka hal tersebut tidak dapat memakai sistem USB PD.

Alasannya dari hal tersebut adalah USB PD memakai pin tambahan yang berada di USB Type-C untuk menegosiasi seberapa besar tenaga yang perlu dikeluarkan. Namun, ketika Anda memakai Type-A dan Type-C pada masing-masing ujungnya, ada beberapa resistor yang berada di plug-nya yang memberitahukan perangkatnya jenis kabel apa ini.

Hal tersebut menjadi masalah pada masa lalu, karena perusahaan memakai resistor yang salah untuk port mereka. Katakanlah mungkin kabel yang Anda miliki mampu memberikan output sebesar 3A, tapi port USB yang biasanya yang berada di komputer Anda hanya mampu memberikan daya sebesar 0,9A. Kemudian ketika kabel tersebut meminta daya sebesar 3A, komputer Anda dapat overload. Oleh sebab itu, kabel tersebut disarankan untuk dipakai sesuai dengan konfigurasi power resistor yang sesuai.

Jika Anda memiliki Type-C di kedua ujung kabel Anda, resistor tersebut dapat berkomunikasi kepada perangkat Anda bahwa tenaga yang dibutuhkan adalah sekian. Tapi sampai dengan 45W, bahkan 60W, kabel dengan kapasitas 3A masih mumpuni. Tapi jika Anda membutuhkan daya yang lebih besar lagi dari itu, maka harus naik ke 5A, seperti yang dilakukan oleh USB PD.

 

Semoga artikel ini membantu Anda untuk lebih mengerti lagi mengenai sistem USB PD dan terima kasih telah membaca artikel kami 🙂 Sampai jumpa di artikel berikutnya dan salam Getective!

Recent Posts

Recent Comments

James Alexander Written by:

A simple boy with an enormous appetite for curiosity.

4 Comments

    • James Alexander
      November 9, 2018
      Reply

      Senang mengetahuinya 🙂 terima kasih sudah membaca ya!

  1. MenAngaN
    September 3, 2019
    Reply

    mantap jadi tambah ngerti…

  2. Nona Nina
    October 10, 2019
    Reply

    owww ngonoo penjelasane,, gak perlu pindah lubang untuk ngecharge kan ya?

Yuk Comment :D

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.